BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Imbalan dan hukuman merupakan salah satu cara
memotivasi individu atau orang yang dipimpin dalam sebuah organisasi atau
individu. Selain itu, imbalan dan hukuman juga sangat berpengaruh dalam kinerja
organisasi. Dalam konsep manajemen, imbalan merupakan salah satu alat untuk
peningkatan motivasi para individu. Metode ini bisa mengasosiasikan perbuatan
dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang, dan biasanya akan
membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Selan
motivasi, imbalan juga bertujuan agar seseorang menjadi giat lagi usahanya
untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya. Jika
imbalan merupakan bentuk reinforcement yang positif, maka hukuman sebagai
bentuk reinforcement yang negative, tetapi kalau diberikan secara tepat dan
bijak bisa menjadi alat motivasi. Tujuan dari metode ini adalah menimbulkan
rasa tidak senang pada seseorang supaya mereka jangan membuat sesuatu yang
jahat. Jadi, hukuman yang dilakukan mesti bersifat pedagogies, yaitu untuk
memperbaiki dan mendidik kea rah yang lebih baik.
1.2
Maksud dan Tujuan
Tujuan penulisan ini
adalah agar setiap individu dalam organisasi baik atasan maupun bawahan dapat
mengetahui apa pengaruh dari memberikan imbalan dan hukuman dalam kinerja
organisasi.
1.3
Ruang Lingkup
Dalam tulisan ini akan
membahas tentang definisi imbalan dan hukuman dalam organisasi, tujuan dari
imbalan dan hukuman, serta pengaruhnya dalam kinerja organisasi.
BAB 2
ISI
2.1. Definisi Imbalan dalam Organisasi
Kompensasi adalah fungsi manajemen sumber daya
manusia yang berkaitan dengan semua bentuk
penghargaan yang dijanjikan akan diterima karyawan sebagai imbalan dari
pelaksanaan tugas dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan (Ivancevich,1998). Sistem
imbalan adalah pemberian salah satu bentuk penghargaan kepada karyawan atas
sumbangannya kepada organisasi terutama tercermin dari prestasi karyanya
(Siagian,2002). Sistem imbalan baik berupa financial maupun non financial yang
dikendalikan oleh organisasi dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi
karyawannya (Simamora, 2001).
Sistem imbalan yang baik adalah sistem yang mampu
menjamin kepuasan para anggota organisasi yang pada gilirannya memungkinkan
organisasi memperoleh, memelihara, dan memperkerjakan sejumlah orang yang
dengan berbagai sikap dan perilaku positif bekerja dengan produktif bagi
kepentingan organisasi.
2.2. Maksud dan Tujuan dari Imbalan
Terdapat beberapa maksud dari
pemberian reward di dalam sebuah organisasi, yaitu :
· . -
Penghubung kepentingan organisasi dalam individu
Kepentingan
individu seringkali tidak seiring dengan kepentingan organisasi, maka dengan
pemberian imbalan yang baik maka kesenjangan tersebut dapat diatasi.
· -
Pilihan organisasi
Dengan
sistem imbalan yang baik akan memberikan keleluasan bagi organisasi untuk
memilih calon alternative individu yang diinginkan sesuai dengan bidangnya atau
kompetensi.
· - Mempengaruhi kepuasan
Didalam
perilaku organisasi dikatakan bahwa kompensasi/imbalan dapat meningkatkan
kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya yang juga sekaligus memacu motivasi
individu kerja.
·
- Umpan balik
Standar
imbalan tertentu akan menunjukkan kinerja yang harus diberikan kepada individu
di dalam organisasi dari pekerjaan yang dilakukan.
·
- Pemberdayaan
Dengan
imbalan yang cukup baik akan dapat meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri
di dalam organisasi dalam berhadapan dengan lingkungannya.
Menurut
Notoatmodjo (1998:67), tujuan dari kebijakan pemberian kompensasi meliputi :
-
Menghargai prestasi karyawan
-
Menjamin keadilan gaji karyawan
-
Mempertahankan karyawan atau mengurangi turnover
karyawan
-
Memperoleh karyawan yang bermutu
-
Pengendalian biaya
-
Memenuhi perauturan-peraturan
2.3. Jenis-jenis Imbalan
Jenis imbalan menurut Gitosudarmo
(1997:227) Ada 2 yaitu imbalan intrinsik dan imbalan ekstrinsik. Imbalan
intrinsic adalah imbalan yang berkaitan dengan pekerjaan itu sendiri. Imbalan
intrinsik meliputi penyelesaian, pencapaian prestasi, otonomi, dan
pertumbuhan pribadi. Imbalan intrinsik ini penting bagi para
manajer karena imbalan ini merupakan kunci untuk membuka kekuatan
motivasi seseorang sebab motivasi merupakan pekerjaan dari diri sendiri
dan merupakan kemauan dari pribadi itu sendiri (Gibson, Ivancevich, dan
Donnelly, 1985). Imbalan ekstrinsik adalah imbalan yang tidak berkaitan
dengan pekerjaan tetapi berasal dari pekerjaan. Imbalan ekstrinsik
ini merupakan ‘pemuas’ yang datang dari lingkungan luar
dimana kita kerja atau tinggal. Imbalan ekstrinsik meliputi imbalan
finansial, jaminan sosial, pembagian keuntungan, pengakuan, promosi,
supervisi, persahabatan, dan perbedaan kompensasi (Anonimous,
2002).
2.4. Pengaruh Imbalan dalam Kinerja
Organisasi
Apabila seseorang
memperhatikan pemberian imbalan kepada
karyawan maka karyawan dengan kesadarannya akan mengerjakan tanggung jawab
mereka dengan baik dan juga akan bekerja lebih keras untuk mencapai
sasaran-sasaran organisasi dengan meningkatkan hasil kerja mereka yang akan
semakin baik yang secara tidak langsung, produktivitas mereka pun meningkat
pula. Dengan meningkatkan produktivitas karyawan maka akan berdampak pada
pertumbuhan produktivitas perusahaan yang artinya meningkatkan laba organisasi
yang mungkin diperlukan untuk menjaga eksistensi organisasi, melakukan ekspansi
maupun mengembangkan usaha.
2.5. Definisi
Hukuman dalam Organisasi
Hukuman
mengacu pada perilaku bila segera diikuti oleh presentasi atau oleh pencabutan
atau penghentian rangsangan yang menurunkan tingkat perilaku dimasa depan
(Azrin dan Holz, 1966). Hukuman
(punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku
agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini,
hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan
oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan
respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.
Ada 3
fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku
yang diharapkan :
-
Membatasiperilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang
tidak diharapkan
-
Bersifat mendidik
-
Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak
diharapkan
2.6. Tujuan Hukuman dalam Organisasi
Sanksi hukuman
berperan penting dalam memelihara kedisiplinan pegawai. Dengan sanksi hukum
yang semakin berat, maka pegawai akan semakin takut untuk melanggar
peraturan-peraturan perusahaan, sikap dan perilaku indispliner pegawai juga
akan semakin berkurang. Sanksi hukum harus diterapkan berdasarkan pertimbangan
logis, masuk akal dan diinformasikan secara jelas kepada seluruh pegawai.
Sanksi hukum harus bersifat mendidik pegawai untuk mengubah perilakunya yang
bertentangan dengan peraturan/ketentuan yang sudah disepakati bersama.
Yang perlu diperhatian dalam
memberikan hukuman :
- Penentuan waktu, waktu penerapan hukuman merupakan hal yang penting.
- Intensitas. Hukuman mencapai keefektifan yang lebih besar jika stimulus yang tidak disukai relatif kuat.
- Penjadwalan, Dampak hukuman tergantung pada jadwal. Pengertian konsistensi atau kemantapan penerapan setiap jenis jadwal jenis hukuman adalah penting.
- Kejelasan alasan, kesadaran atau pengertian memainkan peranan penting dalam hukuman. Dengan menyediakan alasan yang jelas mengapa hukuman dikenakan dan pemberitahuan tentang konsekuensi mendatang, jika tanggapan yang tidak diharapkan terulang kembali.
- Tidak bersifat pribadi. Hukuman yang ditujukan pada suatu tanggapan khusus tidak kepada orang atau pola umum perilaku.
2.7. Pengaruh Hukuman dalam Kinerja
Organisasi
Dengan adanya hukuman maka akan meningkatkan
disiplin kerja yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Karena
dengan memilki disiplin kerja yang tinggi maka seorang karyawan akan
melaksanakan tugas atau pekerjaannya dengan tertib dan lancar sehingga hasil
kerjanya (kinerjanya) akan meningkat serta akan berdampak pula pada tujuan
perusahaan yang dapat dicapai secara optimal.
BAB 3
KESIMPULAN
Untuk meningkatkan kinerja organisasi dan mencapai
tujuan organisasi diperlukan adanya suatu imbalan dan hukuman. Karena dengan
adanya imbalan dan hukuman akan memberikan motivasi tersendiri bagi setiap
individu di dalam organisasi sehingga kinerja individu akan meningkat dan akan
berdampak pada tujuan organisasi yang dapat dicapai dengan optimal.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Suwarto FX, Perilaku Keorganisasian, Universitas Atmajaya, Yogyakarta, 1999.
2. Stoner, James A.F dkk, Manajemen jilid II, Edisi bahasa
Indonesia, PT Indeks Gramedia Group, 1996.
3.
Safrudin Agus Nursalim,
Reward and Punishment, http://www.scribd.com/doc/46292466/Reward-and-Punishment-Dalam-Kepemimpinan , 30 Mei 2013 : 19.10
4.
Pengertian sistem imbalan menurut Siagian(2002), http://fourseasonnews.blogspot.com/2012/05/pengertian-sistem-imbalan-menurut.html . 30 Mei 2013 : 19.50
5.
Kajian Pustaka, Pengertian, jenis dan tujan kompensasi, http://www.kajianpustaka.com/2012/10/pengertian-jenis-dan-tujuan-kompensasi.html , 30 Mei 2013 : 20.30
6.
Karunia, Pengaruh
Motivasi terhadap Kinerja dan Produktivitas Karyawan dalam Organisasi, http://karunia-yuanita.blogspot.com/2012/07/paper-organisasi-dan-manajemen-pengaruh.html#!/2012/07/paper-organisasi-dan-manajemen-pengaruh.html
, 31 Mei 2013 : 08.30